Rabu, Agustus 19, 2015

Umroh Januari 2015 Part 2 (Mekah)

Alhamdulillah waktu yang dinantikan pun tiba, tanggal 9 Januari malam saya dan suami berangkat ke bandara, kita naik pesawat Qatar berangkat subuh tapi jam 11 sudah harus sampai bandara. Sebelum berangkat ke bandara, kita sudah mandi bersih dulu tanpa memakai sabun dan sampho, juga tanpa bermake up, kenapa? karena syarat sahnya umroh tanpa memakai wangi-wangian, kita juga menyempatkan sholat sunnah safar yaitu sholat di saat mau berpergian umroh atau haji, sesampainya di bandara jamaah kumpul di ruang tunggu Blue Sky Lounge, kali ini vera ngiri karena dia yang bayar puluhan juta pakai travel lain tapi nunggu di bandaranya di pinggir jalan. Di Blue Sky Lounge sudah disediakan makanan dan cemilan prasmanan. Wew tempatnya mewah kita sungguh beruntung  dengan biaya 12,5jt pelayanannya wah.


Blue Sky Lounge


Setelah menunggu jamaah lain dan mendengarkan informasi-nformasi dari pihak First Travel, bis pun datang mengantar kita menuju terminal 1b dan 1c. Rombongan kami terdiri dari 45 jamaah dengan 1 team leader dari First Travel yang akan mengurus kita selama perjalanan umroh.

Makanan saat di pesawat

 Saat transit di Doha

Pesawat transit di Doha, saat antri turun dari pesawat, saya sangat terkejut ketika melewati kursi-kursi bagian depan ternyata sampah berserakan di lantai, kotornya udah kaya pasar aja, gak akan menyangka kalau itu di dalam pesawat. Saya malu, karena tau pasti itu rombongan kami orang-orang Indonesia, hadeuuh emang ya orang Indonesia suka bikin malu aja kalau di negeri orang.




Di doha semua jamaah laki-laki mulai ganti baju pakai baju ihrom, jamaah perempuan sebenarnya tidak perlu mengganti baju lagi kalau pakaiannya sudah memenuhi syarat menutup aurat, karena tidak ada keharusan harus memakai baju putih tapi sepertinya tidak afdol ya kalau tidak pakai baju muslim putih akhirnya semua jamaah perempuan pun mengganti baju pakai baju muslim putih. Di Doha kita sudah memakai baju ihrom karena nanti di saat melanjutkan perjalanan di atas pesawat menuju Jeddah kita akan melewati miqot yaitu batas di mulainya ibadah umroh, saat melewati miqot inilah kita sudah mulai berniat umroh.

Sampai di Jeddah, imigrasinya dipisah antara laki-laki dan perempuan, rombongan jamaah perempuan alhamdulillah lancar, meski ada yang sempat menyelak antrian, yaitu rombongan perempuan berwajah timur tengah yang badannya besar-besar, untung saja petugas imigrasinya yang juga perempuan, ngerti dan baik, rombongan perempuan berwajah arab yang menyelak antrian itu disuruh ngulang antri lagi dari belakang. Pas giliran saya, petugasnya memuji lihat paspor saya, karena foto saya di paspor memakai jilbab yang disematkan bros bentuk bunga, dia pun menunjukkan paspor saya ke teman/petugas yang disebelahnya, hehehe saya senyum-senyum saja....dalam hati biasaa aja keuleuus qiqiqi....mungkin disini biasa aja tapi ternyata bagi mereka itu unik. Rombongan jamaah laki-laki lumayan lama proses imigrasinya, kita sampai menunggu 1 jam di bis, setelah semua jamaah lengkap, bis kita berangkat menuju Mekah, perjalanan Jeddah ke Mekah sekitar 6 jam. Di bis sudah ada muthowif pembimbing kita selama umroh, muthowifnya orang Indonesia yang tinggal di Mekah. Selama perjalanan kita bertalbiyah Labaik Allohumma Labaik dst. Kita sampai di Mekah pukul 9 malam. Setelah urusan kamar selesai kita bersama-sama menuju masjidil haram untuk memulai umroh pertama.

 Menunggu Cek in hotel


 
Kamar kami, sekamar 4 orang

 


 Hotel di Mekah, Zwar Al Bait ternyata memang cukup dekat dengan masjidil haram sekitar 300-500m.

Umroh pertama masih di bimbing dengan muthowifnya, pas mau masuk masjidil haram kita dikasih pengarahan, kalau terpisah dari rombongan saat thawaf, biar saja lanjut tidak usah cari-cari teman, karena kalau thawaf tengok-tengok ke belakang cari teman menurut muthowifnya batal/tidak sah umrohnya. Dan saat thowaf tidak boleh sentuh-sentuh apapun, misalnya kain penutup kabah, karena kain itu wangi sedangkan saat umroh kita dilarang menggunakan yang wangi-wangian. Saya pun fokus untuk umroh pertama ini harus ibadah dulu yang didahulukan, besok-besok barulah untuk foto-foto, setelah diberi pengarahan kita baca doa masuk Masjidil Haram. Kita masuk dari pintu gate 95 gate of king Abdul Aziz yang bersebelahan dengan eskalator. Di depan pintu gate sudah disediakan plastik buat menyimpan sendal/sepatu.



 Masjidil Haram

Saat pertamakali melihat kabah kita berdoa, selanjutnya thowaf, ternyata walaupun malam hari tetap penuh yang thowaf, thowaf adalah mengelilingi kabah selama 7x. Ada doa-doa khusus saat thowaf, doa yang paling dikabulkan yaitu dari rukun yamani sampai pintu kabah, sholat dan doa di hijr ismail, hijr ismail ini dulunya adalah bagian dari kabah, tapi kemudian kabahnya diperkecil karena renovasi, jadi sholat di hijr ismail sama saja sholat di dalam kabah. sangat penting mengetahui tentang ibadah umroh, karena jangan sampai kita umroh tanpa bekal ilmunya sehingga akan rugi sudah jauh-jauh kesana tidak memanfaatkan keistimewaan-keistimewaan di sana.

 Subhanallah akhirnya melihat ka'bah secara langsung.
Hijr Ismail

Benar saja saat thowaf kita terpisah dari rombongan, jadi saya hanya dengan suami saja, selesai thowaf kita sai yaitu jalan bolak balik menuju bukit sofa dan marwa selama 7x sebelum sai kita membaca doa di bukit sofa dengan menghadap kabah, saat sai akhirnya kita bertemu beberapa rombongan, selesai sai kita tahalul dengan mencukur sedikit rambut. Setelah mencukur rambut, sudah selesai ibadah umroh kita, saat itu kita selesai umroh pukul 1 malam. Alhamdulillah hotel kita dekat dengan menara jam masjidil haram jadi tidak akan nyasar-nyasar mencari hotel.

 Suasana Sai, tengah malam tetap penuh.

 Yang lampu hijau ini tanda berlari-lari kecil.

 
Bukit Shofa


Air zam-zam banyak tersedia


 Menara jam

Sampai hotel langsung istirahat, menjelang subuh janjian dengan teman sekamar akan sholat di masjidil haram, tapi kita sudah kesana minimal 1 jam sebelumnya karena kalau telat dikit tidak kebagian tempat. Selesai sholat subuh saya langsung kembali ke hotel, mau sarapan, tapi teman sekamar mau langsung menunggu dhuha di masjid. Dalam perjalanan pulang saya melihat jamaah yang memakai slayer hijau Frist Travel, saya rencana pulang bareng ke hotel eh ternyata hotel mereka berbeda, mereka menginap di hotel saraya, wow ternyata banyak rombongan FT, karena di hotel kami aja ada sekitar 3 rombongan, dan menurut mereka yang di saraya ada sekitar 6-7 rombongan, menurut mereka FT tiap hari memberangkatkan rombongan dan dalam 1 hari bisa 2 atau 3 rombongan yang berangkat tapi berbeda jam terbangnya. Oya setiap selesai sholat subuh sepanjang jalan banyak para pedagang.

Selesai sarapan, saya janjian dengan suami untuk thowaf, ternyata bisa hanya thowaf saja saya pikir thowaf harus sepaket dengan sai dan tahalul, ternyata thowaf saja juga bisa, thowaf sama dgn sholat sunnah. Alhamdulillah selesai thowaf saya dan suami bisa sholat dan doa di hijr ismail, itupun harus gantian sholatnya, saat saya sholat suami jagain saya karena tempatnya desak-desakan kalau tidak ada yang jagain khawatir pas kita sujud terinjak-injak.

 Masjid Hudaibiyah

Selama di Mekah FT menyediakan fasilitas bisa 3x umroh, karena besoknya kita di ajak ke Masjid Ubaidilah, di masjid inilah kita bisa mulai berniat umroh, karena untuk niat umroh kita harus keluar kota mekah dulu, baru masuk lagi ke Kota Mekah. Hari ke-3 kitapun di ajak keluar kota mekah juga untuk niat umroh yang ke-3 yaitu ke Masjid Zaronah. Suami alhamdulillah bisa 3x umroh, saya hanya dapat 2x umroh. Setiap kali selesai umroh pasti saya mengalami pegal-pegal kaki, oleh karena itu sudah dipersiapkan obat-obatan dari rumah, tapi yang ajaibnya setiap kali bangun pagi keesokan harinya badan kembali segar hilang rasa pegal-pegal yang kemarin dirasa.

 Bis yang mengantar kita city tour

 Jabal Rahman tampak depan

 Tidak bisa naik ke atas jabal rahman karena bisnya kebagian parkir di belakang jabal rahman, kalau lewat belakang jalan ke atasnya sangat terjal, daripada resiko jatuh lebih baik tidak memaksakan ke atas.

Selama di mekah kita city tour keliling kota mekah, ke tempat-tempat ibadah haji dilaksanakan, seperti Mina, Padang Arafah, tapi kita hanya melewati saja tidak turun dari bis, kita hanya turun di Jabal Rahman dan Jabal Tsur. Hari ke-4 kita thawaf wada yaitu thawaf perpisahan, kalau sudah thawaf wada katanya ga boleh menengok lagi ke belakang. Selesai thowaf wada kita siap-siap cek out hotel menuju Madinah. Oya saat sholat di masjidil haram saya berbincang-bincang dengan orang lampung, dia pertama ke madinah dulu, menurut pengakuannya di madinah lebih dingin dia sampai mimisan. Memang saat itu di mekah cuaca sedang dingin, sangat enak untuk ibadah umroh.

Tenda-tenda yang digunakan saat haji, di padang arafah


Terowongan Mina


Rumah yang dipercaya memegang kunci kabah dari zaman rosul sampai sekarang

Dari masjidil haram menuju hotel

Kebayang ga gimana cara ngebangun gedungnya dengan mengikis tebing batu seperti itu. 

Suasana renovasi komplek masjidil haram


City tour 

Ini teman umroh yang langsung akrab sama pasangan ini, namanya pak nanang tukang guyon. Saat pulang umroh ke-2 pak nanang ini jalannya sudah diseret2 tapi hebat semangatnya, besoknya masih ikut umroh lagi yang ke-3.

Ini kenangan dari bapak orang madura yang melayani kami makan, kelihatannya galak suka ngomel terus tapi dia berbaik hati masih melayani makan meski kami suka datang lewat dari jam makan. Karena para jamaah sibuk ibadah terkadang telat makan, datang ke hotel sudah diluar jam makan yang di jadwalkan, tapi alhamdulillah meja prasmanan masih belum di rapihkan. Oya kita makan sehari 3x makanan Indonesia plus minuman dan buah-buahan.


Alhamdulillah selama umroh semua berjalan lancar, semua tempat mustajab alhamdulillah bisa saya lakukan, kecuali mencium hajar aswad, tapi saya memang sejak awal tidak berniat untuk mencium hajar aswad. Ada kejadian teman sekamar, saat umroh pertama, saat thowaf diajak orang ditawari mencium hajar aswad, teman sekamar mau aja di ajak dan benar dia berhasil mencium hajar aswad tapi ternyata sesudahnya dia di suruh bayar 100 real. Nah karena sudah mencium hajar aswad dia pun ketinggalan rombongan dan umrohnya tidak selesai, karena sudah terlalu malam dia tidak berani melanjutkan sai sendiri, sampai di hotel dia cerita sama muthowifnya/pembimbing dan oleh muthowifnya disuruh membayar dam/denda sebesar 1 ekor kambing, jadi teman sekamar ini dengar infonya bayar dam ke muthowif sebesar 1,5jt. Teman-teman yang lain juga ada beberapa yang membayar dam karena tanpa sengaja menyentuh yang dilarang (hemm...kalau tersentuh karena desak-desakan apa harus bayar dam juga ya?) tapi teman-teman yang lain bayar damnya hanya kecil karena termasuk kesalahan ringan, begitu juga dengan pak suami tak sengaja memakai tisu basah, jadi bayar dam juga tapi damnya kecil...agak-agak lupa...mungkin sekitar 50 real apa 80 real entah lah saya lupa hehe...oya 1 real saat itu sekitar 3500 rupiah.

Ada satu kejadian yang membuat saya untuk lebih bersyukur, jadi pak suami ngajak saya sholat magrib tapi tidak lewat pintu yang biasanya tapi lewat eskalator, karena suami senang berkeliling, saya agak menggerutu karena nanti kalau pulangnya takut saya tidak hapal jalan dan nyasar, karena pulangnya pasti tidak bareng suami karena sholat dipisah. Akhirnya kita dapat di lantai 3 cari lokasi yang jamaah laki dan perempuan sholatnya deketan hanya terpisah rak-rak al quran saja, agar mudah bertemu bila selesai sholat. Di lantai 3 ini saya ga kebagian karpet dan tidak bawa sajadah jadi terasa dinginnya lantai. Selesai sholat magrib saya ajak suami untuk cari lokasi di lantai bawah, tapi ternyata sampai lantai bawah kita ga kebagian tempat, karena orang-orang pun pasti menunggu sholat isya tidak ada yang beranjak pulang, sampai akhirnya hampir sholat isya tetap ga kebagian tempat yang ada di usir-usirin sama askar, disitu rasanya saya ingin nangis dan berteriak, mau sholat aja susah, mau sholat aja dilarang-larang, ada bisikan halus di hati, nah kemarin-kemarin suka sombong dengan menunda-nunda sholat kan? sekarang giliran mau sholat tepat waktu aja kok di usir-usir. Pelajaran buat saya. Sampai akhirnya karena ga kebagian tempat, saat itu saya sudah terpisah dengan suami karena tadi di usir askar kalau suami harus di jamaah laki-laki, akhirnya saya keluar masjid dan sholat di halaman masjid, satu pelajaran lagi untuk saya agar belajar bersyukur, sudah enak dapat di lantai 3 sementara yang lain memaksa masuk masjid tidak dibolehin oleh laskar karena di dalam sudah penuh, saya hanya karena dapat lantai yang dingin mau pindah ke tempat yang lebih bagus lagi eh malah akhirnya dapatnya di luar masjid hahaha....

Ini oleh-oleh yang direkomendasikan oleh vera, roti croissant dan beneran enak, ada rasa strawberry dan coklat, harga hanya 1 real, yang enak yang merk 7 days.
Ini juga oleh-oleh yang di rekomendasikan oleh vera, tapi saya tidak beli buat oleh-oleh, karena setelah nyoba beli 1 disana, rasanya terlalu manis, saya kurang suka.

Di Mekah saya tidak terlalu semangat belanja, karena sudah dapat info sebelumnya dari banyak teman dan keluarga, mereka bilang kalau mau belanja di Madinah saja. Di mekah saya hanya beli 3 baju muslim dan al quran asli cetakan madinah, karena kebetulan malam terakhir di mekah ada teman jamaah yang mengajak belanja di pasar yang terkenal murah semacam tanah abangnya Mekah. Kami kesana naik mobil, kebetulan teman yang mengajak tersebut punya teman Indonesia yang tinggal di mekah. Jadi kami di antar ke pasar murah tersebut, tapi saya pikit-pikir sama aja kok harganya tidak terlalu murah juga, tapi kalau belinya grosiran mungkin bisa murah.


 Al Quran asli cetakan madinah, kita masing-masing jamaah menyumbang al quran ini untuk disimpan di masjidil haram, harus yang asli madinah yang di terima. Saya pun membeli juga buat di bawa pulang karena suka dengan warnanya dan kertasnya yang glossy. Harga al quran yang kecil lupa..sekitar 40 real dan yang besar sekitar 60 real.


Ini oleh-oleh buat anak-anak, lumayan mahal harganya 45-50 real sekitar 157rb-175rb ukuran anak-anak. kalau ukuran dewasa 200 real mahaal.. 

Oya kalau di Mekah, setiap adzan seluruh toko tutup, pengalaman teman sekamar pas adzan masih belanja, penjaga tokonya bilang "hajah...hajah sholat" hahaha dia jadi malu katanya, jadi dia di usir suruh keluar toko karena toko mau tutup dan mereka penjaga tokonya mau sholat dulu. 

Jangan lupa juga siapkan uang receh real selama di mekah, karena biasanya tiap ke masjidil haram kita sedekah ke pekerja-pekerja kebersihan yang ada di sekitaran masjid, saya biasanya ngasihnya ke pekerja yang berwajah-wajah melayu hehe.

Ceritanya bersambung ya...biasa jemput anak dulu.







Kamis, Agustus 06, 2015

Umroh Januari 2015 Part 1 ( Persiapan )




Alhamdulillah Januari lalu saya dan suami berkesempatan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh. Setelah 2 tahun lalu pernah gagal berangkat karena tertipu travel umroh abal-abal, selanjutnya Allah memberikan kemudahan buat saya alhamdulillah.

Saya kemarin berangkat memakai travel umroh First Travel, infonya saya dapat dari Vera, tahun lalu vera menginfokan kalau FT ada paket promo hanya 12,5 jt. Dengan biaya 12,5 jt dijanjikan akan berangkat menggunakan pesawat Qatar, Etihad atau Emirat. Hotel di Mekkah jarak 300m dan hotel di madinah jarak 100m, sekamar 4 orang. Sudah termasuk City Tour dan makan dengan menu makanan Indonesia sehari 3x. Info paket promo ini hanya dari mulut ke mulut, daftarnya pun harus lewat koordinator, kalau lihat di web First Travel harga normalnya mahal di atas 20jt. Kebetulan pula vera bilang kalau Bunda Key atau mbak Uwie Nurhati koordinator FT, vera dapat infonya dari yuka, dan yuka pun sudah memberangkatkan ortunya umroh pakai FT dan komentar ortunya yuka katanya memuaskan.

Saya yang tadinya berhati-hati dengan umroh biaya murah mulai sedikit yakin, akhirnya saya pun menghubungi bunda key, saat itu bulan april atau mei 2014 saya lupa, bayar DP 5jt selanjutnya pelunasan ketika 3 bulan mau keberangkatan. Saat itu saya daftar hanya sendiri karena suami susah izin kantornya kalau jadwal keberangkatan ditentukan travel. Setelah daftar ternyata teman SMA saya pun sekeluarga baru saja pulang umroh pakai FT dan komentarnya pun memuaskan, saya makin yakin in sha Allah FT bukan travel tipu-tipu dan jadi berangkat. Meski saya dapat peringatan dari keluarga, hati-hati bayarnya murah nanti ketipu lagi, dan keluarga juga tidak percaya dengan biaya murah mana mungkin bisa dapat hotel dekat dari masjid. Tapi saya yakin saja karena sudah banyak testimoni dari orang-orang sekitar saya yang pakai FT dan mereka komentarnya positif semua. Ditambah lagi ternyata tetangga saya cerita, om nya baru pulang umroh pakai FT setelah pulang umroh langsung daftar lagi umroh pakai FT untuk tahun depannya, karena sangat puas dengan pelayanan FT, wah tambah yakin deh saya.

oya vera yang baru saja pulang umroh bilang kalau umroh atau haji lebih baik berangkat sama suami jangan sendiri, akhirnya saya kontak bunda key kalau ada yang cancel tolong kasih saya, saya mau daftarkan suami walaupun saat itu suami tidak mau dengan alasan takut gagal berangkat lagi dan khawatir izin kantornya susah kalau jadwal berangkat ditentukan oleh travel. Dan Alhamdulillah banget ada yang cancel karena ternyata dia hamil, khawatir nanti ketika berangkat  pas hamil besar jadi dia cancel umrohnya, alhamdulillah rezekinya suami. Diam-diam saya daftarkan suami. Satu lagi kemudahan yang Allah berikan.

Dengan biaya 12,5 jt sudah all in, sudah tidak bayar apa-apa lagi saat di lokasi, sudah termasuk perlengkapan dan manasik haji, saat itu manasik di gabung, manasik akbar, diadakan di gelora bung karno dengan mengundang Reza Artamevia, opick dan masuk rekor sebagai manasik terbesar.

Keberuntungan saya lagi adalah pasport suami sudah mau habis dan kartu kuning meningitis kita pun sudah mau expired bulan febuari, sedangkan jadwal sudah keluar, kita kebagian berangkat maret 2015, kalau berangkat maret kita harus suntik lagi dan perpanjang pasport dulu buat suami. Alhamdulillah akhirnya dibantu diurusin sama bunda key, kita jadi berangkat lebih awal yaitu bulan januari, Alhamdulillah di permudah lagi sama Allah, Subhanallah, ga sampe nunggu 1th berangkatnya, hanya menunggu 8 bulan.

Dan keberuntungan saya berikutnya, ternyata pelayanan tiap koordinator beda-beda, koordinator lain ada yang biayanya 12,8jt selisih harga ini katanya koordinator tersebut mengadakan manasik lagi sendiri dan bikin buku panduan umroh sendiri berisi juga foto dan data jamaahnya. Sedangkan tetangga saya juga memakai FT dia daftar lebih dulu dibandingkan saya, tapi berangkatnya mundur-mundur karena koordinatornya kurang perhatian sama jamaahnya. Jadi beruntungnya saya koordinatornya bunda key, harga lebih murah dan bisa berangkat cepat atau sesuai jadwal yang di janjikan.

 Saat manasik haji di gelora bung karno, bertemu vera yang kebetulan mengantar orang tuanya manasik juga


 Itenerary perjalanan selama umroh

Dan waktu yang dinantikan pun tiba, ceritanya nyambung ya..jemput anak sekolah dulu hehe...




Sabtu, Agustus 01, 2015

Aaah...Setahun Hiatus ??? aargh


Foto diambil dari sini http://gudangnyabaterai.blogspot.com/


Aaaah sungguh terlalu....sudah setahun ternyata blog ini tidak pernah posting...pantas aja azra selalu merengek, bunda posting lagi dong teteh kan suka bacain blog bunda....ternyata anak saya sendiri sebagai pembaca setia ..... eh tunggu dulu, ternyata ada lagi inbox yang masuk di Facebook, Assalammualaikum bunda...apa khabar? kok tidak pernah posting lagi di blog? saya selalu mampir loh ke blog bunda tapi ga pernah ada postingan baru. Ihiks malu dan terharu #lebay dah hahaha... oya ada pula yang email tanya cara menanam pohon lengkeng yang pernah saya posting, juga yang bertanya seputar perjalanan saya ke bangkok kemarin, ah ternyata masih ada yang baca blog ini, ambil tissu. Satu lagi, ada tetangga yang diam-diam suka baca blog saya, pernah bilang "bu ga posting lagi? saya suka loh bacain blognya enak sih bacanya, isinya informatif pula" ah masa sih? masa sih? GR.

Jadi saya sendiri pun terkejut ternyata tanpa disadari sudah setahun saya ga posting...iya setahun...tutup muka, juara deh ... ini yang pertama kalinya loh saya ga posting, sampai setahunan lamanya, padahal ada banyaaak yang mau saya ceritakan di blog ini...iya banyaak...

Apa yang menyebabkan saya begitu lama tidak posting ? Pertama, ya tentunya rasa malas yang menyerang, kedua dapat warning dari pak suami jangan terlalu mengubar informasi tentang keluarga di blog, harus hati-hati khawatir dimanfaatkan orang yang berbuat jahat. Ketiga pak suami ngoprek komputer di rumah...daan.... semua isi komputernya berubah diganti dengan yang serba versi terbaru #tepokjidat. Jadi photoshop diganti dengan GNU Image, awalnya pakai windows 7 diganti dengan Linux CentOS, barusan nih pak suami bilang mau ganti lagi jadi windows 10 gubrak...nangis...

Aargh...beginilah kalau punya suami IT selalu update tekhnologi terbaru, sementara istrinya terseok-seok kaya siput, gaptek...baru pinter yang satu eaaa pak suami udah ganti lagi tekhnologi baru, belajar lagi, dulu sih masih semangat belajar lagi, nah sekarang? umur sudah semakin uzur, kulit sudah semakin keriput eh salah ga ada hubungannya ya dengan kulit ? #nyengirkuda

Ehem jadi buat yang kangen sama blog ini dan sudah menjadi pembaca setia #dadah-dadah ke azra, terima kasih ya sudah mampir kesini tengokin blog...semoga setelah postingan ini jadi semangat kembali ngeblog...ya itu pun kalau pak suami ga ngoprek-ngoprek komputer di rumah.




Jumat, April 25, 2014

Sarah Kartinian

Kemarin sekolah Sarah merayakan hari Kartini, biasanya sekolah Sarah tidak pernah merayakan hari Kartini, tapi kali ini tumben merayakannya. Kali ini anak-anak disuruh pakai baju daerah dan fashion show. Sarah sangat antusias sekali. Di rumah latihan terus cara jalannya. Sampai hari H nya dia sudah bangun pagi, bangun sendiri tanpa dibangunin bunda, mandi pun semangat, bahkan centilnya minta di dandanin (make up). Nuha juga bikin bunda rempong deh ah...ngeliat kakaknya pakai kebaya dan di dandanin, dia minta ikut pula pakai kebaya dan didandanin.


Saat sampai di sekolah Sarah.

Bunda dan Nuha antar Sarah ke sekolah sekalian mau melihat Sarah tampil. Saat acara dimulai, bunda sudah ambil posisi di depan biar bisa videoin Sarah. Lucu juga melihat penampilan anak-anak TK ini, mereka tampil fashion show ada yang percaya diri dengan centilnya lenggak lenggok, ada juga yang malu sampai ditemani jalan di catwalk dengan bundanya, ada yang belum berjalan sampai ujung dia sudah balik lagi hehe...ada juga yang saat awal, berjalannya tenang pas jalan balik arah malah lari hahaha....


Saat acara dimulai

Sampai akhirnya giliran kelas sarah...bunda sudah siap-siap dan menunggu penampilan sarah, namun ternyata sampai semua teman-teman sarah tampil eh kok anak bunda ga ada ya? Bunda keliling-keliling cari Sarah, bunda cari ke ruang UKS dan menanyakan Sarah sama guru yang berada di ruang kantor, tapi gurunya bilang "hari ini tidak ada pasien mah", nah loh Sarah kemana ya? Bunda keliling lagi ....akhirnya Sarah tiba-tiba keluar dari toilet, bunda tanya Sarah "Sarah ngompol?" karena memang di usia 5th Sarah masih suka pipis di celana. Tapi bunda cek ternyata tidak ngompol, bunda tanya Sarah tapi Sarah diam saja. Ketika bunda ajak masuk ke ruangan tempat acara fashion show, Sarah tidak mau...eeaa ternyata anak bunda ga berani tampil, jadi pas giliran kelas dia, dia malah ngumpet di kamar mandi wkwkwk....

Padahal catwalknya bukan panggung hanya seperti ini :


Sampai akhirnya gurunya merayunya untuk tampil, teman-temannya juga ngebujuknya, adek Nuha juga ciumin kakak Sarah. Tapi Sarah tetap ga mau, malah pegangan yang kencang ke tiang bangunan sekolah...fuiih sudah lah bunda ga memaksa Sarah untuk tampil. Bunda hanya terkejut saja, padahal di rumah sangat antusias, ternyata ga berani tampil, kok bisa-bisanya pula ngumpet di kamar mandi hahaha...

Terharu lihat teman-temannya Sarah merayu Sarah untuk tampil fashion show

Yang dibujuknya keukeuh pegangan tiang qiqiqi...

Selesai acara, bu Nur sebagai kepala sekolah memberikan medali ke semua anak-anak karena sudah berani tampil, sarah walau ga tampil tetap dapat medalinya. Selain itu juga diberi bingkisan.


KEmudian foto bareng perkelas.





Sarah bersama Bu Irma dan Pak Andi.

Sarah bersama teman-temannya.