Kamis, Maret 20, 2014

Bangkok Day 3 : Maddame Tussauds, Ananta Throne, MBK

Hari ke 3 di Bangkok, jalan-jalannya agak santai, rencana hanya ke Madame Tussauds, Vimanmek Mansion, Ananta Throne, dan MBK. Madame Tussauds bukanya jam 10 pagi, lokasi ada di dalam Mall Siam Discovery, dekat dari hotel tempat saya menginap, tinggal jalan kaki, ini pentingnya pilih hotel dekat dengan lokasi yang akan kita kunjungi, bisa menghemat ongkos transportasi. Tiket Madame Tussauds sudah saya beli online di webnya langsung, membeli tiket earlybird mendapat potongan harga, asal datang sebelum jam 12 siang.

Setelah sarapan, saya langsung menuju Siam Discovery, menuju Siam Discovery tidak bisa langsung menyeberangi jalan raya, kita harus naik dulu ke skyway nanti terhubung dengan pintu mall. Sampai lokasi ternyata belum buka mallnya hahaha...semangaat pisan, sambil nunggu iseng foto jalanan di Bangkok :

Setelah menunggu 5 menit, pintu mall dibuka, dan saya menuju lantai 5 lokasi Madame Tussauds. Saat antri di kasir tiket, ternyata yang antri orang Indonesia semua hahaha....

Di depan pintu langsung disambut patung presiden kita, Ir. Soekarno. Eh tapi kok masuk ruangan ini saya agak-agak serem ya...apalagi mengamati patungnya mirip banget, berikut foto-fotonya :

 Ciluuk baa...asli saya takut sama patungnya...seperti hidup.
 Coba ya itu, kalau mau ketemu presiden mbok ya pakai baju yang rapih...ini kaos qiqiqi....

Jiiiaaah....gaya bener ya...

 Beh, besok fitnes ya....biar ga beda jauuh hehe....



 Naha a'a bekam mani kerung kitu...

Ayoo bersemangaat..

Ternyata untuk pembuatan patung lilin ini memakan waktu 3 bulan untuk satu patung, modelnya di ukur dari mulai tinggi badannya, lekuk wajahnya pun di ukur, kemudian untuk rambut di cari contoh yang paling mirip aslinya, setelah proses ukur selesai, baru di cetak, seperti ini :


Keluar dari Madame Tussauds masih jam 11, saya memutuskan langsung ke Vimanmek Mansion dan Ananta Throne. Menuju lokasi naik BTS, turun di BTS Victory Monumen, hanya 3 stasiun membayar 56 untuk 2 tiket. Turun di Victory Monument, saya melihat papan info rute bis, dari papan info tersebut seharusnya saya keluar di pintu exit 3, jadi saya keluar di exit 3. Dari sini kita bisa lanjut pakai ojek, taxi atau bis. Saya memutuskan untuk naik bis, bis yang menuju Vimanmek bis no 28, 108, 515, 539, saya mendapat info bis ini dari sini, saya pun follow twitternya @TravelAwan, jadi saat butuh info saat di Bangkok, saya tanya langsung alhamdulillah cepat dibalasnya, travelawan ini sudah membuat buku tentang Bangkok, jadi paham kalau kita-tanya-tanya tentang Bangkok. Saat menunggu bis, lewatlah iring-iringan truk pendemo, ada sekitar 10 truk.

 Iring-iringan mobil yang demo.

Setelah menunggu lama hampir setengah jam di halte victory monument, saya gelisah kenapa bis yang kita tunggu tak satupun yang lewat, akhirnya saya memutuskan naik taxi, sudah 2 taxi saya berhentikan, dua-duanya melambaikan tangan artinya tidak tahu, padahal suami sudah menunjukkan tiket Grand Palace yang ada tulisan Thai nya, tiket Vimanmek ini memang termasuk tiket terusan, dari tiket Grand Palace. Menurut info, memang sangat susah berkomunikasi bahasa Inggris di Bangkok, orang Thailand banyak yang tidak mengerti bahasa Inggris, mangkanya untuk antisipasi kalau menanyakan alamat sebaiknya tunjukkan tulisan thainya. Akhirnya saya bilang sama suami, satu taxi lagi kita stop, kalau tidak tahu juga, terpaksa batal ke Vimanmek. Taxi berwarna pink pun lewat dan kita stop,  alhamdulillah si supir taxi mengajak kita masuk. Oya minta supir taxi untuk memakai argo, disana kalau kita minta pakai argo bilangnya meter. Info yang saya dapat, taxi Bangkok suka tidak mau pakai argo.

Supir taxi mengantar kita ke Ananta Throne, memang Vimanmek dekat dengan Ananta Throne, supir taxi ini baik sekali, setelah berhenti di lokasi dia langsung turun, ternyata menanyakan ke petugas yang jaga di pintu gerbangnya, ternyata setiap hari senin tutup karena akan dibersihkan. Si supirpun memberitahukan ke saya sambil menujuk papan pengumuman di pintu pagar, saya hanya melihat tulisan Monday saja selebihnya tulisan Thai. Akhirnya saya dan suami sepakat untuk tetap turun disini, agar bisa foto-foto. Oya ongkos taxinya cuma 65 bath sekitar 24rb padahal jauuh rutenya. Ternyata murah ya taxi di Bangkok.

 Ini bangunan Ananta Throne, di foto dari seberang jalan.

Saya dan suami menyusuri jalan ini mencari Vimanmek Mansion berbekal GPS di hp. 

Sungguh nyaman berjalan kaki di Bangkok...

 Ada kursi nganggur membuat saya tergoda untuk duduk disini, bilang aja mau narsis qiqiqi....

Dari Ananta Throne menuju Vimanmek hanya 15 menit berjalan kaki. Setelah sampai di lokasi ternyata Vimanmek pun tutup tiap hari senin, eaaa gubraak...beneran gagal deh, tapi senang sudah dapat foto Ananta Throne. Saya memutuskan untuk kembali ke BTS Victory Monument menuju ke MBK untuk sholat dan makan. Dari sini saya memutuskan naik bis, karena saya lihat bis no 28 dan 515 lewat sini. Untuk naik bis saya harus menyeberang jalan dan mencari halte terdekat. karena bis tidak berhenti sembarangan, dia hanya berhenti di setiap halte.

Suasana di dalam bis. Kursinya 2-1 jadi luas, ini bis AC. 

Di dalam bis ada kondekturnya yang akan memberi karcis, kondekturnya ikut duduk di bis, duduk dibelakang supir. Ongkos bis ke BTS Victory seorangnya 16 bath. Agak bingung juga saya, nanti turunnya gimana ya, tanda sudah sampai tujuannya apa? tapi kemudian saya ingat, tandanya pasti setelah melewati monumennya. Benar saja, bis berhenti di halte itu. Setelah turun saya dan suami baru sadar, ternyata saat kita menunggu bis mau ke vimanmek, kita menunggu di lokasi yang salah hahaha....pantas aja ga lewat-lewat bisnya, capeek deh.. Berarti bukan keluar di exit 3, catat.

Lanjut naik BTS menuju Siam tiket 56 bath untuk 2 orang, saya ke MBK untuk sholat, makan dan belanja oleh-oleh, dan juga harus ke money changer karena persediaan bath sudah habis. Beruntung saya mengambil brosur MBK di hotel, jadi tidak perlu mencari-cari lokasi yang di tuju, tinggal lihat di brosurnya.

 MBK tempat belanjanya orang Indonesia di Bangkok. 

Menuju MBK tinggal jalan kaki dari BTS Siam, saya langsung ke lantai 5 lokasi yana restoran, lokasinya dekat eskalator.

 Disini gratis wifi, ada passwordnya di buku menu.

 Pesanan suami, ga tau namanya apa.

  Pesanan saya, nasi briyani, mantaaps rasanya...saya suka acar dan kuah sambalnya...

  Thai tea, seperti teh tarik, ini enaaak banget, saya sukaaa...tapi kata suami kemanisan.

Di Yana Restoran ini setengah pengunjungnya adalah orang Indonesia, meja sebelah kami rombongan dari Indonesia, mereka mengobrol dengan bahasa sunda, saya bilang ke suami, kita di Bangkok apa di bandung ya? hahaha... Total makan di sini 420 bath. Masih lebih baik makan disini dengan harga segitu, makanannya enak, ruangan nyaman di Ac, daripada kemarin di Saman Islam hahaha...lokasi pasar harga restoran, bikin nyeri hatee... Sebenarnya di Yana Restoran juga ada menu hematnya yang di tempel dikacanya harganya tidak lebih dari 100 bath.

Selesai makan saya langsung menuju money changer untuk menukar uang dollar dan euro, kebetulan lokasinya dekat dengan Yana Restoran. Alhamdulillah, banyak lagi persediaan bath. Setelah itu langsung menuju tempat sholat di lantai 6, di dekat parkir mobil. Sepanjang jalan menuju tempat sholat ternyata banyak yang menjual macam-macam souvenir Bangkok.

Tempat sholat

Selesai sholat saya menuju toko yang menjual khusus kaos Bangkok, tokonya sejajaran dengan tempat sholat tadi, saya membeli 18 kaos, harga kaosnya 99 bath, akhirnya ada juga oleh-oleh buat ponakan. Tapi di toko ini saya kurang suka dengan penjualnya, setelah tanya kita darimana, dia memuji-nuji saya dan suami, memuji Indonesia, ujung-ujungnya selesai belanja di todong minta tip buat karyawannya yang melayani saya, saya bilang seharusnya saya yang dapat diskon karena belanja banyak, tapi dia tidak memberi diskon malah keukeuh minta tip, saya kasih aja 5 bath, setelah keluar toko saya baru mikir, lah 5 bath kan cuma 2rb hahaha...biarlah dibilang orang Indonesia pelit wkwkwk...

Setelah itu saya langsung ke lantai G ke swalayan Tops Market mencari oleh-oleh cemilan keripik durian. Disini saya membeli manisan mangga, kripik durian, snack rumput laut dan thaitea nestea, semuanya berlogo halal. Belanja disini habis 1020 bath, yang mahalnya adalah kripik durian sekitar 80rb pastinya ya, buah duriannya aja udah mahal. Dapat info dari Diana Indah kalau kripik durian yang enak yang plastiknya warna hijau kuning.

Selesai belanja, saya melihat toko yang menjual kaos-kaos bangkok lagi, ternyata banyak yang jual dan harganya sama 99 bath, disini saya membeli lagi 3 kaos. Mengenai oleh-oleh Bangkok akan saya posting tersendiri.

Menjelang sore kita pulang ke hotel. Sampai hotel saya bingung, bagaimana packing oleh-oleh yang begitu banyaknya, tas lipat yang saya simpan di koper saat berangkatpun tak cukup menampungnya. Kebetulan malam hari saya berencana keluar lagi mencari titipan adik dan tetangga, jadi bisa sekalian membeli tas besar tapi karena kelamaan mencari titipan-titipan, akhirnya sampai MBK sudah jam 9 malam dan toko-toko sudah mulai tutup, akhirnya kita kembali ke hotel.

Sampai hotel saya pusing lagi ngepak barang. Suami bilang, sebaiknya pesan bagasi saja, karena tas lipat saya pasti isinya lebih dari 5kg. Tas yang boleh di bawa ke kabin dibatasi hanya 5kg kata suami. Akhirnya saya pesan bagasi tambahan secara online di web Tiger Mandala, seratus ribu pesan bagasinya. Setelah di atur-atur akhirnya yess berhasil juga ngepak, kebetulan ada tas yang lumayan besar yang saya beli di chatuchak, lumayan bisa menampung oleh-oleh keripik. Selesai ngepak saatnya istirahat, karena besok siap-siap pulang, dengan penerbangan jam 11 pagi.

Pengeluaran hari ke 3 :
BTS Victory 56 bath sekitar 21rb
Taxi 65 bath sekitar 24rb
Bis 32 bath sekitar 12rb
BTS 56 bath sekitar 21rb
Yana Restoran 420 bath sekitar 157rb
Kripik 1020 bath  sekitar 382rb
Kaos 2079 bath sekitar 780rb
Bagasi tambahan 100rb
Total pengeluaran di hari ke 3 dibulatkan 1,5jt (Rp. 1.497.000)




16 komentar:

  1. Hai maak apakabaarr..

    Wah ternyata Bangkok juga banyak yang bisa dikunjungi ya mak, buat wisata.. ? Udah gitu costnya juga masih dibilang affordable, nilai tukarnya juga masih rendah..
    Itu Pak Karno, mirip aslinya bangettttt :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Thai nestea emang paling de best ya mbak rasanya.. Duduk manis jg ah nunggu postingan belanja..

    BalasHapus
  4. San seru ya mak jalan2 nya..susah ngga cari makanan halal di sana mak?

    BalasHapus
  5. Maaaak, seru juga yaaah ke Madame ituh, patungnya kek aslinya *

    BalasHapus
  6. kayaknya kalo ke situ, anaku yg paling kecil yg bakal takut sama patung :p
    beneran mirip ya patungnya

    BalasHapus
  7. @chica, heii mak apa khabar juga? lama ga muncul...iya Bangkok muraaah..
    @pungky, wkwkwkw....dasar pungky yang diingetnya dua ribunya...
    @jade ayu, yups...yups...mantap bangetlah thaitea
    @Kania, ga susah kok cari makanan halal..
    @lidya, aiih bisi abah cemburu, nanti ga ada yang tukang fotoinnya.
    @astin, iyaa hahaha tapi rada takut juga saking miripnya.
    @riana, lah jangkan anak kecil, aku juga takut kok qiqiqi...

    BalasHapus
  8. Jadi info yg bagus banget nih mbak. Untuk jalan2 di bangkok.

    BalasHapus
  9. Mampir Mba... menarik foto-foto dan tulisanya nih....

    BalasHapus
  10. Menarik tp masih ada beberapa subject yg (seharusnya) bisa dipressure expensenya :)..

    BalasHapus
  11. Halo Mbak, untuk beli tiket online Madame Tussaud (early bird) harus berapa hari sebelumnya? Apakah sehari sebelumnya atau bisa seminggu sebelumnya? Mohon infonya donk
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf baru balas...info tersebut bisa lihat di web madam tussaudnya ya. sepertinya paling telat sehari sebelumnya tapi kalau biar jelasnya lihat webnya aja ya

      Hapus
  12. suka banget sama postingan nya mbak, aku berangkat ke bangkok 11-15 April. doakan lancar yaaa.... dan happy se happy liburan mbak nyaaa

    BalasHapus

maaf kalau saya belum sempat kunjungan balik