Jumat, Agustus 21, 2015

Umroh Januari 2015 Part 3 (Madinah Hari Pertama)

Hari ke-5 di Mekkah, sore hari kita berangkat ke Madinah perjalanan sekitar 6 jam, sampai madinah malam hari. Kita sampai di hotel Fairuz Season, tapi ternyata kita sudah keduluan rombongan FT yang lainnya, yang lebih dulu datang ke hotel ini, jadi hotel full dan kita pindah hotel. Padahal hotel pertama kita sudah senang karena hotelnya lebih besar daripada hotel yang di Mekah. Hotel ke-2 yang kita datangi memang lebih dekat lokasinya dengan masjid nabawi tapi hotelnya lebih kecil, nama hotelnya Jawharal al Fairuz dekat dengan hotel Hilton. Hari ke-2 menginap disini air sempat mati jadi susah mau mandi atau MCK, untung saja lokasi masjid dekat dengan hotel jadi kalau perlu ke toilet tinggal jalan saja ke masjid numpang di toilet masjid.

Hotel tempat kami menginap di Madinah, hotel Jawharal al Fairuz lokasi di Ring 2 sangat dekat dengan masjid nabawi sekitar 200-300m.

 Ini kamar hotel di Madinah, ada yang isi 4 orang, 6 orang dan 8 orang.

Saat tiba di Madinah, saya sangat sedih karena ternyata saya datang bulan, saya memang tidak minum obat penunda haid karena takut ada efeknya. Dan setelah saya hitung-hitung seharusnya jadwal haid saya pas pulang dari umroh, ternyata ini maju beberapa hari, salah saya juga sih kemarin sebelum berangkat umroh berfikiran, kalau pun maju haidnya semoga pas di madinah aja yang penting di mekahnya sudah selesai umrohnya, eh kejadian deh haid pas di madinah. Doanya tanggung sih seharusnya saya berdoa Ya Allah haidnya pas pulang umroh saja hehehe. Padahal ternyata pahalanya besar juga loh kalau sholat di masjid nabawi. Jadi pahala sholat di masjidil haram (mekah) itu sebesar 100.000 sedangkan pahala sholat di masjid nabawi (madinah) itu sebesar 1.000 kali dari sholat biasanya. Jadi manfaatkanlah semaksimal mungkin ibadah kita, ketika sedang menjalankan ibadah haji atau umroh.

Baru hari pertama di Madinah saya sudah rindu sangat dengan suasana di Mekah, rindu ketika menjalankan ibadah umroh, rindu thowaf dan rindu sai. Sangat beda suasana di Mekah dan Madinah, jadi kalau di Mekah itu sepertinya kita sibuk ibadah terus hampir tidak ingat duniawi, sedangkan di Madinah suasananya lebih tenang dan damai karena hanya rutinitas sholat biasa.

 Pintu Masjid Nabawi, bagus ya.

Hari pertama di Madinah, teman sekamar ngajak ke Raudah, Raudah itu salah satu tempat mustajab, in sha Allah kalau doa disini dikabulkan, lebih baik lagi kalau bisa sholat di situ tapi sangat susah untuk bisa sholat disitu karena desak-desakan. Raudah itu di dalam masjid Nabawi. Tanda kita sudah berada di Raudah hanya ditandai dengan karpet berwarna hijau. Sebenarnya saat teman sekamar ngajak ke Raudah saya agak galau, antara boleh atau tidak ke masjid saat haid ? menurut teman sekamar boleh, saya tanya team leader saya katanya ga boleh, hayyaah...beda pendapat, keputusan ada di saya mau ambil pendapat yang mana, Bismillah akhirnya saya ikut teman ke Raudah.

Setelah teman sekamar sudah sholat subuh kita mulai antri masuk Raudah, antrinya ini duduk di dalam masjid yang sudah di pisah-pisah, kita masuk rombongan yang bertuliskan Melayu jadi orang Indonesia dan Malaysia antri disini. Ketika antri duduk entah kenapa saya menangis bercucuran air mata tiada henti, seperti ada perasaan berkecamuk karena akan melihat makam nabi, padahal saya justru ingin, saat melihat kabah saya ingin bisa menangis bercucuran, itu yang saya niatkan dari awal sebelum berangkat umroh, tapi entah mengapa saya justru tidak bisa menangis bercucuran saat di depan kabah tapi malah di masjid nabawi saya menangis tiada henti. Mungkin Allah tak mengizinkan saya menangis di depan kabah tapi saya di beri perasaan yang membuncah ini justru saat di madinah saat ingin bertemu makan nabi. Ada semacam kerinduan kepada rosul walaupun hanya ingin melihat makamnya saja.

Setelah antri sekitar 1 jam, kita boleh jalan ke bagian dalam masjid, ternyata di dalam kita masih duduk antri lagi, antri yang ke-2 ini sekitar 30 menit, setelah itu kita jalan lagi ke dalam ternyata antri lagi, antri yang ke-3 ini cukup lama sampai ada jamaah yang marah-marah tidak sabar, menurut askarnya yang bisa berbahasa melayu, sengaja di pisah untuk menjaga keamanan kita karena orang melayu kecil-kecil pasti nanti akan kalah desak-desakan dengan orang arab yang lebih besar-besar badannya. Setelah menunggu lama tibalah giliran kita menuju Raudah, di dalam Raudah ini ada makam Nabi dan sahabat-sahabatnya, setelah di izinkan giliran rombongan kita jalan masuk menuju Raudah, jamaah lain berlarian dan menjerit, mungkin jeritan kerinduan akan melihat makam nabi, tapi saya sih tidak sampai menjerit karena di dalam masjid tidak boleh teriak/menjerit ya...

 Di dalam Masjid Nabawi, saat antri masuk Raudah, bisa lolos bawa kamera dan hp ke dalam masjid, sebenarnya tidak boleh bawa, tapi askar yang periksa di depan pintu, periksanya sambil lalu saja, memang sebelumnya di kasih tau teman, simpan hp di bagian dlm tas, in sha Allah aman, di dalam kalau mau foto-foto jangan pakai flash, pernah di dalam ada yang ketahuan foto hanya dilarang foto saja tidak di ambil hp/kameranya.

Ternyata menuju Raudah kita desak-desakan, saya bertahan supaya tidak jatuh maklum badan saya mungil, sampai akhirnya ada yang mengingatkan kita, ibu itu udah karpet hijau, ibu sudah masuk Raudah, setelah saya lihat ke kaki oiya benar ternyata sudah menginjak karpet hijau, saking desak-desakan sampai tak terlihat batas warna karpetnya, akhirnya saya berdoa, tidak memungkinkan untuk bisa sholat disini, tapi ternyata teman sekamar saya memaksakan diri sholat disitu yang ada hampir terinjak-injak, sayapun sudah tak sanggup lagi menjaga teman saya agar tak terinjak, disitu saya mulai merasa ngeri takut terjatuh dan ke injak-injak, untung saja askar datang dan bilang " jalan...jalan...jangan sholat". Saya pikir kita sudah dapat giliran masuk menuju Raudah, di dalam Raudahnya sudah kosong ternyata masih penuh orang, ada yang sedang sholat di bagian paling depan, jadi untung-untungan saja bisa sholat di sini, berarti rombongan sebelumnya tidak gantian keluar semua. Saya pikir nunggu rombongan di dalam keluar semua, baru rombongan lainnya masuk. Setelah terdesak-desak, tau-tau kita sudah di pintu keluar Raudah, loh ? boro-boro bisa berdoa di depan makam nabi, tau-tau sudah keluar saja. Makam nabi itu dekat pintu keluar Raudah.

Tukang jualan langsung gelar dagangan selesai sholat, tapi kadang-kadang di usir oleh askar ga boleh jualan.

Selesai dari Raudah ternyata jam 10 pagi, sudah lewat jam makan, prasmanan sudah di rapihkan, oya tempat makan di hotel ini kecil, jadi menghindari tempat makan yang sempit dan prasmanan yang cepat tutup (kali ini bagian cateringnya tepat waktu, jadi apabila makan tidak sesuai jadwal langsung dirapihkan meja prasmanannya) saya dan jamaah lain bawa makan ke kamar dan makan di kamar, saya selalu mengambilkan jatah makan buat pak suami, karena suami selalu datang telat untuk makan karena pak suami biasanya selesai sholat selalu jalan-jalan mengeksplor masjid.

Oya saat makan di ruang makan saya sempat mendengar ada bapak-bapak masih muda cerita ke temannya, dia merasa aneh selesai sholat ada tempat yang ramai, dia tidak tahu itu tempat apa kok banyak orang disana, dari ciri-ciri yang dia ceritakan saya bisa menebak kalau itu Raudah, sayang sekali bapak tersebut tidak tahu kalau itu adalah Raudah salah satu tempat mustajab apabila berdoa akan dikabulkan. Itu lah gunanya bekali ilmu ketika akan berangkat umroh sehingga kita ga rugi sudah jauh-jauh ke sana tapi melewatkan hal-hal yang istimewa. Oya kalau buat laki-laki bisa ke Raudah kapan saja tapi kalau buat perempuan dibatasi, ada waktu-waktu tertentu kapan di bukanya Raudah buat perempuan, dan kalau di laki-laki tidak terlalu berdesakan Raudahnya ini menurut ceritak pak suami. Jadi Raudah itu satu tempat hanya dibatasi sebelah-sebelahan antara laki-laki dan perempuan.

 Halaman Masjid Nabawi

Lihat payungnya yang tertutup, kalau di Madinah masih suka dilarang-larang ambil foto kalau ketahuan askar, tidak sebebas di Mekah. Meskipun ambil fotonya di luar Masjid.


 Ini iconnya Madinah, kalau janjian sama teman biar ketemu ya di jam ini.

Ternyata panjang cerita Madinahnya....nyambung lagi ya di postingan berikutnya.




Rabu, Agustus 19, 2015

Umroh Januari 2015 Part 2 (Mekah)

Alhamdulillah waktu yang dinantikan pun tiba, tanggal 9 Januari malam saya dan suami berangkat ke bandara, kita naik pesawat Qatar berangkat subuh tapi jam 11 sudah harus sampai bandara. Sebelum berangkat ke bandara, kita sudah mandi bersih dulu tanpa memakai sabun dan sampho, juga tanpa bermake up, kenapa? karena syarat sahnya umroh tanpa memakai wangi-wangian, kita juga menyempatkan sholat sunnah safar yaitu sholat di saat mau berpergian umroh atau haji, sesampainya di bandara jamaah kumpul di ruang tunggu Blue Sky Lounge, kali ini vera ngiri karena dia yang bayar puluhan juta pakai travel lain tapi nunggu di bandaranya di pinggir jalan. Di Blue Sky Lounge sudah disediakan makanan dan cemilan prasmanan. Wew tempatnya mewah kita sungguh beruntung  dengan biaya 12,5jt pelayanannya wah.


Blue Sky Lounge


Setelah menunggu jamaah lain dan mendengarkan informasi-nformasi dari pihak First Travel, bis pun datang mengantar kita menuju terminal 1b dan 1c. Rombongan kami terdiri dari 45 jamaah dengan 1 team leader dari First Travel yang akan mengurus kita selama perjalanan umroh.

Makanan saat di pesawat

 Saat transit di Doha

Pesawat transit di Doha, saat antri turun dari pesawat, saya sangat terkejut ketika melewati kursi-kursi bagian depan ternyata sampah berserakan di lantai, kotornya udah kaya pasar aja, gak akan menyangka kalau itu di dalam pesawat. Saya malu, karena tau pasti itu rombongan kami orang-orang Indonesia, hadeuuh emang ya orang Indonesia suka bikin malu aja kalau di negeri orang.




Di doha semua jamaah laki-laki mulai ganti baju pakai baju ihrom, jamaah perempuan sebenarnya tidak perlu mengganti baju lagi kalau pakaiannya sudah memenuhi syarat menutup aurat, karena tidak ada keharusan harus memakai baju putih tapi sepertinya tidak afdol ya kalau tidak pakai baju muslim putih akhirnya semua jamaah perempuan pun mengganti baju pakai baju muslim putih. Di Doha kita sudah memakai baju ihrom karena nanti di saat melanjutkan perjalanan di atas pesawat menuju Jeddah kita akan melewati miqot yaitu batas di mulainya ibadah umroh, saat melewati miqot inilah kita sudah mulai berniat umroh.

Sampai di Jeddah, imigrasinya dipisah antara laki-laki dan perempuan, rombongan jamaah perempuan alhamdulillah lancar, meski ada yang sempat menyelak antrian, yaitu rombongan perempuan berwajah timur tengah yang badannya besar-besar, untung saja petugas imigrasinya yang juga perempuan, ngerti dan baik, rombongan perempuan berwajah arab yang menyelak antrian itu disuruh ngulang antri lagi dari belakang. Pas giliran saya, petugasnya memuji lihat paspor saya, karena foto saya di paspor memakai jilbab yang disematkan bros bentuk bunga, dia pun menunjukkan paspor saya ke teman/petugas yang disebelahnya, hehehe saya senyum-senyum saja....dalam hati biasaa aja keuleuus qiqiqi....mungkin disini biasa aja tapi ternyata bagi mereka itu unik. Rombongan jamaah laki-laki lumayan lama proses imigrasinya, kita sampai menunggu 1 jam di bis, setelah semua jamaah lengkap, bis kita berangkat menuju Mekah, perjalanan Jeddah ke Mekah sekitar 6 jam. Di bis sudah ada muthowif pembimbing kita selama umroh, muthowifnya orang Indonesia yang tinggal di Mekah. Selama perjalanan kita bertalbiyah Labaik Allohumma Labaik dst. Kita sampai di Mekah pukul 9 malam. Setelah urusan kamar selesai kita bersama-sama menuju masjidil haram untuk memulai umroh pertama.

 Menunggu Cek in hotel


 
Kamar kami, sekamar 4 orang

 


 Hotel di Mekah, Zwar Al Bait ternyata memang cukup dekat dengan masjidil haram sekitar 300-500m.

Umroh pertama masih di bimbing dengan muthowifnya, pas mau masuk masjidil haram kita dikasih pengarahan, kalau terpisah dari rombongan saat thawaf, biar saja lanjut tidak usah cari-cari teman, karena kalau thawaf tengok-tengok ke belakang cari teman menurut muthowifnya batal/tidak sah umrohnya. Dan saat thowaf tidak boleh sentuh-sentuh apapun, misalnya kain penutup kabah, karena kain itu wangi sedangkan saat umroh kita dilarang menggunakan yang wangi-wangian. Saya pun fokus untuk umroh pertama ini harus ibadah dulu yang didahulukan, besok-besok barulah untuk foto-foto, setelah diberi pengarahan kita baca doa masuk Masjidil Haram. Kita masuk dari pintu gate 95 gate of king Abdul Aziz yang bersebelahan dengan eskalator. Di depan pintu gate sudah disediakan plastik buat menyimpan sendal/sepatu.



 Masjidil Haram

Saat pertamakali melihat kabah kita berdoa, selanjutnya thowaf, ternyata walaupun malam hari tetap penuh yang thowaf, thowaf adalah mengelilingi kabah selama 7x. Ada doa-doa khusus saat thowaf, doa yang paling dikabulkan yaitu dari rukun yamani sampai pintu kabah, sholat dan doa di hijr ismail, hijr ismail ini dulunya adalah bagian dari kabah, tapi kemudian kabahnya diperkecil karena renovasi, jadi sholat di hijr ismail sama saja sholat di dalam kabah. sangat penting mengetahui tentang ibadah umroh, karena jangan sampai kita umroh tanpa bekal ilmunya sehingga akan rugi sudah jauh-jauh kesana tidak memanfaatkan keistimewaan-keistimewaan di sana.

 Subhanallah akhirnya melihat ka'bah secara langsung.
Hijr Ismail

Benar saja saat thowaf kita terpisah dari rombongan, jadi saya hanya dengan suami saja, selesai thowaf kita sai yaitu jalan bolak balik menuju bukit sofa dan marwa selama 7x sebelum sai kita membaca doa di bukit sofa dengan menghadap kabah, saat sai akhirnya kita bertemu beberapa rombongan, selesai sai kita tahalul dengan mencukur sedikit rambut. Setelah mencukur rambut, sudah selesai ibadah umroh kita, saat itu kita selesai umroh pukul 1 malam. Alhamdulillah hotel kita dekat dengan menara jam masjidil haram jadi tidak akan nyasar-nyasar mencari hotel.

 Suasana Sai, tengah malam tetap penuh.

 Yang lampu hijau ini tanda berlari-lari kecil.

 
Bukit Shofa


Air zam-zam banyak tersedia


 Menara jam

Sampai hotel langsung istirahat, menjelang subuh janjian dengan teman sekamar akan sholat di masjidil haram, tapi kita sudah kesana minimal 1 jam sebelumnya karena kalau telat dikit tidak kebagian tempat. Selesai sholat subuh saya langsung kembali ke hotel, mau sarapan, tapi teman sekamar mau langsung menunggu dhuha di masjid. Dalam perjalanan pulang saya melihat jamaah yang memakai slayer hijau Frist Travel, saya rencana pulang bareng ke hotel eh ternyata hotel mereka berbeda, mereka menginap di hotel saraya, wow ternyata banyak rombongan FT, karena di hotel kami aja ada sekitar 3 rombongan, dan menurut mereka yang di saraya ada sekitar 6-7 rombongan, menurut mereka FT tiap hari memberangkatkan rombongan dan dalam 1 hari bisa 2 atau 3 rombongan yang berangkat tapi berbeda jam terbangnya. Oya setiap selesai sholat subuh sepanjang jalan banyak para pedagang.

Selesai sarapan, saya janjian dengan suami untuk thowaf, ternyata bisa hanya thowaf saja saya pikir thowaf harus sepaket dengan sai dan tahalul, ternyata thowaf saja juga bisa, thowaf sama dgn sholat sunnah. Alhamdulillah selesai thowaf saya dan suami bisa sholat dan doa di hijr ismail, itupun harus gantian sholatnya, saat saya sholat suami jagain saya karena tempatnya desak-desakan kalau tidak ada yang jagain khawatir pas kita sujud terinjak-injak.

 Masjid Hudaibiyah

Selama di Mekah FT menyediakan fasilitas bisa 3x umroh, karena besoknya kita di ajak ke Masjid Ubaidilah, di masjid inilah kita bisa mulai berniat umroh, karena untuk niat umroh kita harus keluar kota mekah dulu, baru masuk lagi ke Kota Mekah. Hari ke-3 kitapun di ajak keluar kota mekah juga untuk niat umroh yang ke-3 yaitu ke Masjid Zaronah. Suami alhamdulillah bisa 3x umroh, saya hanya dapat 2x umroh. Setiap kali selesai umroh pasti saya mengalami pegal-pegal kaki, oleh karena itu sudah dipersiapkan obat-obatan dari rumah, tapi yang ajaibnya setiap kali bangun pagi keesokan harinya badan kembali segar hilang rasa pegal-pegal yang kemarin dirasa.

 Bis yang mengantar kita city tour

 Jabal Rahman tampak depan

 Tidak bisa naik ke atas jabal rahman karena bisnya kebagian parkir di belakang jabal rahman, kalau lewat belakang jalan ke atasnya sangat terjal, daripada resiko jatuh lebih baik tidak memaksakan ke atas.

Selama di mekah kita city tour keliling kota mekah, ke tempat-tempat ibadah haji dilaksanakan, seperti Mina, Padang Arafah, tapi kita hanya melewati saja tidak turun dari bis, kita hanya turun di Jabal Rahman dan Jabal Tsur. Hari ke-4 kita thawaf wada yaitu thawaf perpisahan, kalau sudah thawaf wada katanya ga boleh menengok lagi ke belakang. Selesai thowaf wada kita siap-siap cek out hotel menuju Madinah. Oya saat sholat di masjidil haram saya berbincang-bincang dengan orang lampung, dia pertama ke madinah dulu, menurut pengakuannya di madinah lebih dingin dia sampai mimisan. Memang saat itu di mekah cuaca sedang dingin, sangat enak untuk ibadah umroh.

Tenda-tenda yang digunakan saat haji, di padang arafah


Terowongan Mina


Rumah yang dipercaya memegang kunci kabah dari zaman rosul sampai sekarang

Dari masjidil haram menuju hotel

Kebayang ga gimana cara ngebangun gedungnya dengan mengikis tebing batu seperti itu. 

Suasana renovasi komplek masjidil haram


City tour 

Ini teman umroh yang langsung akrab sama pasangan ini, namanya pak nanang tukang guyon. Saat pulang umroh ke-2 pak nanang ini jalannya sudah diseret2 tapi hebat semangatnya, besoknya masih ikut umroh lagi yang ke-3.

Ini kenangan dari bapak orang madura yang melayani kami makan, kelihatannya galak suka ngomel terus tapi dia berbaik hati masih melayani makan meski kami suka datang lewat dari jam makan. Karena para jamaah sibuk ibadah terkadang telat makan, datang ke hotel sudah diluar jam makan yang di jadwalkan, tapi alhamdulillah meja prasmanan masih belum di rapihkan. Oya kita makan sehari 3x makanan Indonesia plus minuman dan buah-buahan.


Alhamdulillah selama umroh semua berjalan lancar, semua tempat mustajab alhamdulillah bisa saya lakukan, kecuali mencium hajar aswad, tapi saya memang sejak awal tidak berniat untuk mencium hajar aswad. Ada kejadian teman sekamar, saat umroh pertama, saat thowaf diajak orang ditawari mencium hajar aswad, teman sekamar mau aja di ajak dan benar dia berhasil mencium hajar aswad tapi ternyata sesudahnya dia di suruh bayar 100 real. Nah karena sudah mencium hajar aswad dia pun ketinggalan rombongan dan umrohnya tidak selesai, karena sudah terlalu malam dia tidak berani melanjutkan sai sendiri, sampai di hotel dia cerita sama muthowifnya/pembimbing dan oleh muthowifnya disuruh membayar dam/denda sebesar 1 ekor kambing, jadi teman sekamar ini dengar infonya bayar dam ke muthowif sebesar 1,5jt. Teman-teman yang lain juga ada beberapa yang membayar dam karena tanpa sengaja menyentuh yang dilarang (hemm...kalau tersentuh karena desak-desakan apa harus bayar dam juga ya?) tapi teman-teman yang lain bayar damnya hanya kecil karena termasuk kesalahan ringan, begitu juga dengan pak suami tak sengaja memakai tisu basah, jadi bayar dam juga tapi damnya kecil...agak-agak lupa...mungkin sekitar 50 real apa 80 real entah lah saya lupa hehe...oya 1 real saat itu sekitar 3500 rupiah.

Ada satu kejadian yang membuat saya untuk lebih bersyukur, jadi pak suami ngajak saya sholat magrib tapi tidak lewat pintu yang biasanya tapi lewat eskalator, karena suami senang berkeliling, saya agak menggerutu karena nanti kalau pulangnya takut saya tidak hapal jalan dan nyasar, karena pulangnya pasti tidak bareng suami karena sholat dipisah. Akhirnya kita dapat di lantai 3 cari lokasi yang jamaah laki dan perempuan sholatnya deketan hanya terpisah rak-rak al quran saja, agar mudah bertemu bila selesai sholat. Di lantai 3 ini saya ga kebagian karpet dan tidak bawa sajadah jadi terasa dinginnya lantai. Selesai sholat magrib saya ajak suami untuk cari lokasi di lantai bawah, tapi ternyata sampai lantai bawah kita ga kebagian tempat, karena orang-orang pun pasti menunggu sholat isya tidak ada yang beranjak pulang, sampai akhirnya hampir sholat isya tetap ga kebagian tempat yang ada di usir-usirin sama askar, disitu rasanya saya ingin nangis dan berteriak, mau sholat aja susah, mau sholat aja dilarang-larang, ada bisikan halus di hati, nah kemarin-kemarin suka sombong dengan menunda-nunda sholat kan? sekarang giliran mau sholat tepat waktu aja kok di usir-usir. Pelajaran buat saya. Sampai akhirnya karena ga kebagian tempat, saat itu saya sudah terpisah dengan suami karena tadi di usir askar kalau suami harus di jamaah laki-laki, akhirnya saya keluar masjid dan sholat di halaman masjid, satu pelajaran lagi untuk saya agar belajar bersyukur, sudah enak dapat di lantai 3 sementara yang lain memaksa masuk masjid tidak dibolehin oleh laskar karena di dalam sudah penuh, saya hanya karena dapat lantai yang dingin mau pindah ke tempat yang lebih bagus lagi eh malah akhirnya dapatnya di luar masjid hahaha....

Ini oleh-oleh yang direkomendasikan oleh vera, roti croissant dan beneran enak, ada rasa strawberry dan coklat, harga hanya 1 real, yang enak yang merk 7 days.
Ini juga oleh-oleh yang di rekomendasikan oleh vera, tapi saya tidak beli buat oleh-oleh, karena setelah nyoba beli 1 disana, rasanya terlalu manis, saya kurang suka.

Di Mekah saya tidak terlalu semangat belanja, karena sudah dapat info sebelumnya dari banyak teman dan keluarga, mereka bilang kalau mau belanja di Madinah saja. Di mekah saya hanya beli 3 baju muslim dan al quran asli cetakan madinah, karena kebetulan malam terakhir di mekah ada teman jamaah yang mengajak belanja di pasar yang terkenal murah semacam tanah abangnya Mekah. Kami kesana naik mobil, kebetulan teman yang mengajak tersebut punya teman Indonesia yang tinggal di mekah. Jadi kami di antar ke pasar murah tersebut, tapi saya pikit-pikir sama aja kok harganya tidak terlalu murah juga, tapi kalau belinya grosiran mungkin bisa murah.


 Al Quran asli cetakan madinah, kita masing-masing jamaah menyumbang al quran ini untuk disimpan di masjidil haram, harus yang asli madinah yang di terima. Saya pun membeli juga buat di bawa pulang karena suka dengan warnanya dan kertasnya yang glossy. Harga al quran yang kecil lupa..sekitar 40 real dan yang besar sekitar 60 real.


Ini oleh-oleh buat anak-anak, lumayan mahal harganya 45-50 real sekitar 157rb-175rb ukuran anak-anak. kalau ukuran dewasa 200 real mahaal.. 

Oya kalau di Mekah, setiap adzan seluruh toko tutup, pengalaman teman sekamar pas adzan masih belanja, penjaga tokonya bilang "hajah...hajah sholat" hahaha dia jadi malu katanya, jadi dia di usir suruh keluar toko karena toko mau tutup dan mereka penjaga tokonya mau sholat dulu. 

Jangan lupa juga siapkan uang receh real selama di mekah, karena biasanya tiap ke masjidil haram kita sedekah ke pekerja-pekerja kebersihan yang ada di sekitaran masjid, saya biasanya ngasihnya ke pekerja yang berwajah-wajah melayu hehe.

Ceritanya bersambung ya...biasa jemput anak dulu.







Kamis, Agustus 06, 2015

Umroh Januari 2015 Part 1 ( Persiapan )




Alhamdulillah Januari lalu saya dan suami berkesempatan ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh. Setelah 2 tahun lalu pernah gagal berangkat karena tertipu travel umroh abal-abal, selanjutnya Allah memberikan kemudahan buat saya alhamdulillah.

Saya kemarin berangkat memakai travel umroh First Travel, infonya saya dapat dari Vera, tahun lalu vera menginfokan kalau FT ada paket promo hanya 12,5 jt. Dengan biaya 12,5 jt dijanjikan akan berangkat menggunakan pesawat Qatar, Etihad atau Emirat. Hotel di Mekkah jarak 300m dan hotel di madinah jarak 100m, sekamar 4 orang. Sudah termasuk City Tour dan makan dengan menu makanan Indonesia sehari 3x. Info paket promo ini hanya dari mulut ke mulut, daftarnya pun harus lewat koordinator, kalau lihat di web First Travel harga normalnya mahal di atas 20jt. Kebetulan pula vera bilang kalau Bunda Key atau mbak Uwie Nurhati koordinator FT, vera dapat infonya dari yuka, dan yuka pun sudah memberangkatkan ortunya umroh pakai FT dan komentar ortunya yuka katanya memuaskan.

Saya yang tadinya berhati-hati dengan umroh biaya murah mulai sedikit yakin, akhirnya saya pun menghubungi bunda key, saat itu bulan april atau mei 2014 saya lupa, bayar DP 5jt selanjutnya pelunasan ketika 3 bulan mau keberangkatan. Saat itu saya daftar hanya sendiri karena suami susah izin kantornya kalau jadwal keberangkatan ditentukan travel. Setelah daftar ternyata teman SMA saya pun sekeluarga baru saja pulang umroh pakai FT dan komentarnya pun memuaskan, saya makin yakin in sha Allah FT bukan travel tipu-tipu dan jadi berangkat. Meski saya dapat peringatan dari keluarga, hati-hati bayarnya murah nanti ketipu lagi, dan keluarga juga tidak percaya dengan biaya murah mana mungkin bisa dapat hotel dekat dari masjid. Tapi saya yakin saja karena sudah banyak testimoni dari orang-orang sekitar saya yang pakai FT dan mereka komentarnya positif semua. Ditambah lagi ternyata tetangga saya cerita, om nya baru pulang umroh pakai FT setelah pulang umroh langsung daftar lagi umroh pakai FT untuk tahun depannya, karena sangat puas dengan pelayanan FT, wah tambah yakin deh saya.

oya vera yang baru saja pulang umroh bilang kalau umroh atau haji lebih baik berangkat sama suami jangan sendiri, akhirnya saya kontak bunda key kalau ada yang cancel tolong kasih saya, saya mau daftarkan suami walaupun saat itu suami tidak mau dengan alasan takut gagal berangkat lagi dan khawatir izin kantornya susah kalau jadwal berangkat ditentukan oleh travel. Dan Alhamdulillah banget ada yang cancel karena ternyata dia hamil, khawatir nanti ketika berangkat  pas hamil besar jadi dia cancel umrohnya, alhamdulillah rezekinya suami. Diam-diam saya daftarkan suami. Satu lagi kemudahan yang Allah berikan.

Dengan biaya 12,5 jt sudah all in, sudah tidak bayar apa-apa lagi saat di lokasi, sudah termasuk perlengkapan dan manasik haji, saat itu manasik di gabung, manasik akbar, diadakan di gelora bung karno dengan mengundang Reza Artamevia, opick dan masuk rekor sebagai manasik terbesar.

Keberuntungan saya lagi adalah pasport suami sudah mau habis dan kartu kuning meningitis kita pun sudah mau expired bulan febuari, sedangkan jadwal sudah keluar, kita kebagian berangkat maret 2015, kalau berangkat maret kita harus suntik lagi dan perpanjang pasport dulu buat suami. Alhamdulillah akhirnya dibantu diurusin sama bunda key, kita jadi berangkat lebih awal yaitu bulan januari, Alhamdulillah di permudah lagi sama Allah, Subhanallah, ga sampe nunggu 1th berangkatnya, hanya menunggu 8 bulan.

Dan keberuntungan saya berikutnya, ternyata pelayanan tiap koordinator beda-beda, koordinator lain ada yang biayanya 12,8jt selisih harga ini katanya koordinator tersebut mengadakan manasik lagi sendiri dan bikin buku panduan umroh sendiri berisi juga foto dan data jamaahnya. Sedangkan tetangga saya juga memakai FT dia daftar lebih dulu dibandingkan saya, tapi berangkatnya mundur-mundur karena koordinatornya kurang perhatian sama jamaahnya. Jadi beruntungnya saya koordinatornya bunda key, harga lebih murah dan bisa berangkat cepat atau sesuai jadwal yang di janjikan.

 Saat manasik haji di gelora bung karno, bertemu vera yang kebetulan mengantar orang tuanya manasik juga


 Itenerary perjalanan selama umroh

Dan waktu yang dinantikan pun tiba, ceritanya nyambung ya..jemput anak sekolah dulu hehe...




Sabtu, Agustus 01, 2015

Aaah...Setahun Hiatus ??? aargh


Foto diambil dari sini http://gudangnyabaterai.blogspot.com/


Aaaah sungguh terlalu....sudah setahun ternyata blog ini tidak pernah posting...pantas aja azra selalu merengek, bunda posting lagi dong teteh kan suka bacain blog bunda....ternyata anak saya sendiri sebagai pembaca setia ..... eh tunggu dulu, ternyata ada lagi inbox yang masuk di Facebook, Assalammualaikum bunda...apa khabar? kok tidak pernah posting lagi di blog? saya selalu mampir loh ke blog bunda tapi ga pernah ada postingan baru. Ihiks malu dan terharu #lebay dah hahaha... oya ada pula yang email tanya cara menanam pohon lengkeng yang pernah saya posting, juga yang bertanya seputar perjalanan saya ke bangkok kemarin, ah ternyata masih ada yang baca blog ini, ambil tissu. Satu lagi, ada tetangga yang diam-diam suka baca blog saya, pernah bilang "bu ga posting lagi? saya suka loh bacain blognya enak sih bacanya, isinya informatif pula" ah masa sih? masa sih? GR.

Jadi saya sendiri pun terkejut ternyata tanpa disadari sudah setahun saya ga posting...iya setahun...tutup muka, juara deh ... ini yang pertama kalinya loh saya ga posting, sampai setahunan lamanya, padahal ada banyaaak yang mau saya ceritakan di blog ini...iya banyaak...

Apa yang menyebabkan saya begitu lama tidak posting ? Pertama, ya tentunya rasa malas yang menyerang, kedua dapat warning dari pak suami jangan terlalu mengubar informasi tentang keluarga di blog, harus hati-hati khawatir dimanfaatkan orang yang berbuat jahat. Ketiga pak suami ngoprek komputer di rumah...daan.... semua isi komputernya berubah diganti dengan yang serba versi terbaru #tepokjidat. Jadi photoshop diganti dengan GNU Image, awalnya pakai windows 7 diganti dengan Linux CentOS, barusan nih pak suami bilang mau ganti lagi jadi windows 10 gubrak...nangis...

Aargh...beginilah kalau punya suami IT selalu update tekhnologi terbaru, sementara istrinya terseok-seok kaya siput, gaptek...baru pinter yang satu eaaa pak suami udah ganti lagi tekhnologi baru, belajar lagi, dulu sih masih semangat belajar lagi, nah sekarang? umur sudah semakin uzur, kulit sudah semakin keriput eh salah ga ada hubungannya ya dengan kulit ? #nyengirkuda

Ehem jadi buat yang kangen sama blog ini dan sudah menjadi pembaca setia #dadah-dadah ke azra, terima kasih ya sudah mampir kesini tengokin blog...semoga setelah postingan ini jadi semangat kembali ngeblog...ya itu pun kalau pak suami ga ngoprek-ngoprek komputer di rumah.